MANDUTA – Halaman MAN 2 Tulungagung berubah menjadi pusat kreativitas pada Selasa, 4 Agustus 2026, saat stand bazar Milad ke-36 resmi dibuka. Suasana ramai namun tertib menyambut kedatangan guru, karyawan, dan murid yang antusias melihat beragam produk yang dipamerkan. Kegiatan ini dibuka dengan pemotongan pita oleh Kepala MAN 2 Tulungagung, Muhamad Dopir, yang disaksikan oleh seluruh warga madrasah. Barisan stand menampilkan hasil karya siswa, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, produk fashion, hingga kreasi berbasis proyek P5. terdapat 11 stand besar ytang dikelola oleh murid-murid semua, mulai dari pencarian sponsor, penjualan produk serta kostum-kostum menarik untuk menarik pembeli datang. Bagi MAN 2, MAN 2 Tulungagung, dan MAN Tulungagung, pembukaan bazar ini menjadi salah satu agenda yang paling dinanti karena menggabungkan semangat perayaan milad dengan ruang belajar nyata bagi peserta didik di bawah pembinaan Kemenag Tulungagung dan Kemenag Jawa Timur.
Di balik kemeriahan bazar, terdapat nilai pembelajaran yang kuat bagi siswa. Setiap stand dikelola oleh kelompok siswa yang bertanggung jawab penuh atas produk, penataan, pelayanan, dan keuangan. Mereka belajar berkomunikasi dengan pembeli, menentukan strategi penjualan, dan menjaga kebersihan area stand. Kegiatan ini juga melatih kerja sama, kemandirian, dan tanggung jawab, karena siswa dituntut untuk konsisten menjalankan stand hingga akhir acara. Suasana bazar yang hidup menunjukkan bahwa madrasah mampu menciptakan ruang belajar yang menyenangkan, sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.

Melalui bazar milad, siswa tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga mengasah keterampilan hidup yang bermanfaat untuk masa depan. Mereka belajar mengelola modal, menghitung keuntungan, dan menyajikan produk dengan menarik. Pengalaman ini menjadi bekal penting agar kelak siswa mampu mandiri, kreatif, dan percaya diri dalam menghadapi tantangan kehidupan. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas antar-siswa, karena mereka harus saling mendukung agar stand mereka berjalan dengan baik. Dengan demikian, bazar bukan sekadar aktivitas jual beli, tetapi juga proses pembentukan karakter yang utuh.
Kepala MAN 2 Tulungagung, Muhamad Dopir, menyampaikan bahwa bazar milad menjadi salah satu agenda penting untuk menumbuhkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan siswa. “Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa ide kreatif bisa diwujudkan menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan semangat kewirausahaan, kepercayaan diri, dan tanggung jawab dalam diri mereka. Ini juga menjadi cara kami merayakan milad dengan memberi manfaat langsung bagi siswa dan warga madrasah,” ujarnya.


Komentar Terbaru